Di saat
ini ku tak bisa merangkai apa-apa, semangatku kini telah pudar
dan menghilang, waktu
terasa begitu lama… ingin rasanya di percepat.. kini ku terpuruk dalam
kesedihan, Waktu ini terus Berjalan Aku pun tak bisa berhenti dan
terpuruk dalam mengenang masa silam yang begitu gelap menjurang, terlihat tegar dan kuat
namun hakikatnya aku rapuh dengan semua yang berlalu dengan kebodohanku,
Membinar terang rembulan Pasi di atas bukit kelabu, Menorehkan seribu luka
Meriuhkan seribu tanya Dari dalam tepian hati, Tanyaku telah mengembalikan Pada kesepianku lagi dengan
Perlahan lirihnya hembusan Angin yang kian mengikis Aku pandangi
Aku hidup di dunia ini Hidup dengan serba kesalahan yang tak dimengerti, Tak ada kebenaran abadi Apakah semua
buta? Hidup ini membuatku bertanya-tanya Semua sungguh serba salah, Apa yang aku lakukan?
Aku duduk sambil termenung., Disudut ruangan yang tak asing
bagiku, Sembari menghisap rokok ., Melupakan masa laluku… Cukup lama aku
bermenung.. Semua hilang…….. mimpi,cita , dan harapan Sesal hatiku lalaikan
masa lalu.. , tenaga
terbuang sia-sia, apalah daya………….Kembali kuingat semua hal indah dimasa lalu,
Ceria , gembira , sambil tertawa
Dengan malu senyum sendiri.
Hidupku selalu senang…….
Semua kulalui dengan tawa
Semua indah seperti tiada akhir,
Tapi kini kenapa…seperti ingin kusudahi saja…
Semangat di jiwa ini seperti telah tiada..
Tak satu orangpun yang peduli, engkau siapa………??
Telah cukup muak aku dengan semua ini……
Sesali hati yang tak bertepi
sesali diri yang tak lagi bisa bermimpi
harapan asa yang kian bermakna
kini menjadi butiran debu yang tak berarti
penyesalan yang dirasakan
menjelma menjadi mimpi buruk
kini aku harus berpacu dengan waktu
dalam menjalani semua kehidupan
diatas segala kegagalan yang pernah kurasakan
sesali diri yang tak lagi bisa bermimpi
harapan asa yang kian bermakna
kini menjadi butiran debu yang tak berarti
penyesalan yang dirasakan
menjelma menjadi mimpi buruk
kini aku harus berpacu dengan waktu
dalam menjalani semua kehidupan
diatas segala kegagalan yang pernah kurasakan
Semburat jingga telah pula sirna
Kini terbentang kalam malam yang kelam
Menarik aku kedalam sepi
Membujuk aku kedalam diam
Kini terbentang kalam malam yang kelam
Menarik aku kedalam sepi
Membujuk aku kedalam diam
Sejenak aku renungkan kembali
Dengan apa yang telah ku lakukan
Dengan apa yang ku jalankan
Dengan dosa yang kian menggunung karang
Dengan apa yang telah ku lakukan
Dengan apa yang ku jalankan
Dengan dosa yang kian menggunung karang
Tuhan
Apa aku terlalu angkuh
Apa aku terlalu sombong
Dalam menjalani kehidupan
Apa aku terlalu angkuh
Apa aku terlalu sombong
Dalam menjalani kehidupan
Aku sadar, Tuhan
Hidup tak cukup sendirian
Hidup tak cukup seorangan
Aku perlu teman
Aku perlu pegangan
Begitupun tuntunan
Hidup tak cukup sendirian
Hidup tak cukup seorangan
Aku perlu teman
Aku perlu pegangan
Begitupun tuntunan
Sesal yang kurasakan saat ini. . . .
Sesal yang kupikirkan saat ini. . . .
Sesal yang membuat ku tak berdaya. . .
Sesal yang membuat ku diam bagaikan tak bernyawa . . .
Sesal yang kupikirkan saat ini. . . .
Sesal yang membuat ku tak berdaya. . .
Sesal yang membuat ku diam bagaikan tak bernyawa . . .
Ku cuma bisa meratapi ini semua. . .
ku cuma bisa menangisi ini semua. . .
Ku cuma bisa duduk termenung dengan penuh penyesalan. . .
ku cuma bisa menangisi ini semua. . .
Ku cuma bisa duduk termenung dengan penuh penyesalan. . .
Penyesalan yang telah membuatku hancur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar