Selasa, 26 Juni 2012

Sahabatku


Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.
“Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?”
“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”
“Terima kasih, Bapa Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku.”
Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
“Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.
Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling
tidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.
Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan….??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.
Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang.”
Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .
“Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!”
Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.
Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan..Aku..”
“Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!”
Andy begitu terkejut,”Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya..”
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
“Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!”
Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang – disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,”Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?”
Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,”Dia adalah sahabatku.” Hanya itulah yang dikatakan.
Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..
Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.
Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.
“Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?”
“Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” Ucap ibu Andy terisak.
“Apa katanya?”
Ayah Andy berkata,”Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.
“Apa yang dikatakan?”
“Dia berkata kepada putraku..” Ujar sang Ayah. “Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku.” Dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.
Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,”Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa… kecuali dengan Tuhan.”

Sumber Kisah Nyata dan Kesaksian Umat Kristiani


Jumat, 22 Juni 2012

Penyesalanku


Di saat ini ku tak bisa merangkai apa-apa, semangatku kini telah pudar dan menghilang, waktu terasa begitu lama… ingin rasanya di percepat.. kini ku terpuruk dalam kesedihan, Waktu ini terus Berjalan Aku pun tak bisa berhenti dan terpuruk dalam mengenang masa silam yang begitu gelap menjurang, terlihat tegar dan kuat namun hakikatnya aku rapuh dengan semua yang berlalu dengan kebodohanku,
Membinar terang rembulan Pasi di atas bukit kelabu, Menorehkan seribu luka Meriuhkan seribu tanya Dari dalam tepian hati, Tanyaku telah mengembalikan Pada kesepianku lagi dengan Perlahan lirihnya hembusan Angin yang kian mengikis Aku pandangi
Aku hidup di dunia ini Hidup dengan serba kesalahan yang tak dimengerti, Tak ada kebenaran abadi Apakah semua buta? Hidup ini membuatku bertanya-tanya Semua sungguh serba salah, Apa yang aku lakukan?
Aku duduk sambil termenung., Disudut ruangan yang tak asing bagiku, Sembari menghisap rokok ., Melupakan masa laluku… Cukup lama aku bermenung.. Semua hilang…….. mimpi,cita , dan harapan Sesal hatiku lalaikan masa lalu.. ,  tenaga terbuang sia-sia, apalah daya………….
Kembali kuingat semua hal indah dimasa lalu,
Ceria , gembira , sambil tertawa
Dengan malu senyum sendiri.
Hidupku selalu senang…….
Semua kulalui dengan tawa
Semua indah seperti tiada akhir,
Tapi kini kenapa…seperti ingin kusudahi saja…
Semangat di jiwa ini seperti telah tiada..
Tak satu orangpun yang peduli, engkau siapa………??
Telah cukup muak aku dengan semua ini……

Sesali  hati yang tak bertepi
sesali diri yang tak lagi bisa bermimpi
harapan asa yang kian bermakna
kini menjadi butiran debu  yang tak berarti
penyesalan  yang dirasakan
menjelma menjadi mimpi buruk
kini aku harus berpacu dengan waktu
dalam menjalani semua kehidupan
diatas segala kegagalan yang pernah kurasakan
Semburat jingga telah pula sirna
Kini terbentang kalam malam yang kelam
Menarik aku kedalam sepi
Membujuk aku kedalam diam
Sejenak aku renungkan kembali
Dengan apa yang telah ku lakukan
Dengan apa yang ku jalankan
Dengan dosa yang kian menggunung karang
Tuhan
Apa aku terlalu angkuh
Apa aku terlalu sombong
Dalam menjalani kehidupan
Aku sadar, Tuhan
Hidup tak cukup sendirian
Hidup tak cukup seorangan
Aku perlu teman
Aku perlu pegangan
Begitupun tuntunan
Sesal yang kurasakan saat ini. . . .
Sesal yang kupikirkan saat ini. . . .
Sesal yang membuat ku tak berdaya. . .
Sesal yang membuat ku diam bagaikan tak bernyawa . . .
Ku cuma bisa meratapi ini semua. . .
ku cuma bisa menangisi ini semua. . .
Ku cuma bisa duduk termenung dengan penuh penyesalan. . .
Penyesalan yang telah membuatku hancur.

Kamis, 21 Juni 2012



Krisis Kepercayaan



Indonesia, negeri yang besar ini, masih disebut sebagai negara yang terkena krisis moneter sejak tahun 1998. Sebenarnya yang terjadi, dan justru lebih parah, adalah krisis kepercayaan. Kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya semakin pudar.   
Mau percaya kepada siapa lagi di negeri ini? Hampir semua lembaga pemerintahan berisi oknum yang bobrok moralnya. Cerita kasus suap Jaksa Urip di Kejaksaan Agung akhir-akhir ini, yang menyeret  banyak jaksa lainnya di Kajagung, membuat orang Indonesia semakin sinis dengan aparat penegak hukum. Perkara bisa diperjualbelikan oleh hakim dan jaksa asalkan ada imbalan uang yang sangat besar jumlahnya. Gemerincing uang dan harta telah menggoda iman mereka sehingga mau saja disuap oleh orang yang terlibat masalah hukum.
Itu kisah di kejaksaan dan kehakiman. Di gedung lembaga legislatif juga banyak oknum yang cacat moral, mulai dari kasus korupsi hingga skandal seks yang memalukan. Sungguh malu kita dibuatnya oleh perilaku segelintir orang yang disebut sebagai wakil rakyat yang terhormat itu.
Kepolisan? Kita sudah mahfum dengan perilaku oknum polisi yang suka melakukan pungli di jalan, yang suka menggebuk tahanan tanpa belas kasihan, atau yang menjadi pelindung usaha hiburan dan pelacuran.
Pejabat  pemerintah daerah dan negara? Sudah tidak terhitung pejabat pemda maupun pusat yang terlibat korupsi uang negara, penggelembungan dana (markup), manipulasi, dan
Sebagian orang yang sudah muak dengan kebobrokan itu memilih mencari jalan selamat masing-masing. Mereka sudah tidak peduli lagi mau jadi apa negeri ini, yang penting diri dan keluarga mereka dulu yang harus diselamatkan.
Orang Jawa percaya dengan ramalan Ronggowarsito bahwa nanti akan muncul Ratu Adil, seorang ksatria yang akan menyelamatkan negeri ini dari kehancuran serta menegakkan keadilan dan kedamaian. Saya pribadi tidak percaya dengan ramalan itu, karena agama melarang kita untuk mempercayai ramalan. Menurut saya ratu adil itu tidak ada. Mitos. Keadilan dan kedamaian suatu negeri akan timbul ada jika orang mau bertobat .     

Peluang Usaha Online



Ada metode baru supaya kita bisa dapat duit sambil main Facebook. Potensinya lumayan lho, 50ribu-250ribu sehari, bahkan bisa lebih kalo kita giat ngerjainnya. Sudah banyak yang membuktikan sob, coba sobat liat dulu deh supaya tau dan tidak menyesal nanti, selengkapnya sobat bisa kunjungi : 
http://KomisiVirtual.com/?id=Andrey40 , Terimakasih.