Krisis Kepercayaan
Indonesia, negeri yang besar ini, masih disebut sebagai negara yang terkena krisis moneter sejak tahun 1998. Sebenarnya yang terjadi, dan justru lebih parah, adalah krisis kepercayaan. Kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya semakin pudar.
Mau percaya kepada siapa lagi di negeri ini? Hampir semua lembaga pemerintahan berisi oknum yang bobrok moralnya. Cerita kasus suap Jaksa Urip di Kejaksaan Agung akhir-akhir ini, yang menyeret banyak jaksa lainnya di Kajagung, membuat orang Indonesia semakin sinis dengan aparat penegak hukum. Perkara bisa diperjualbelikan oleh hakim dan jaksa asalkan ada imbalan uang yang sangat besar jumlahnya. Gemerincing uang dan harta telah menggoda iman mereka sehingga mau saja disuap oleh orang yang terlibat masalah hukum.
Itu kisah di kejaksaan dan kehakiman. Di gedung lembaga legislatif juga banyak oknum yang cacat moral, mulai dari kasus korupsi hingga skandal seks yang memalukan. Sungguh malu kita dibuatnya oleh perilaku segelintir orang yang disebut sebagai wakil rakyat yang terhormat itu.
Kepolisan? Kita sudah mahfum dengan perilaku oknum polisi yang suka melakukan pungli di jalan, yang suka menggebuk tahanan tanpa belas kasihan, atau yang menjadi pelindung usaha hiburan dan pelacuran.
Pejabat pemerintah daerah dan negara? Sudah tidak terhitung pejabat pemda maupun pusat yang terlibat korupsi uang negara, penggelembungan dana (markup), manipulasi, dan
Sebagian orang yang sudah muak dengan kebobrokan itu memilih mencari jalan selamat masing-masing. Mereka sudah tidak peduli lagi mau jadi apa negeri ini, yang penting diri dan keluarga mereka dulu yang harus diselamatkan.
Orang Jawa percaya dengan ramalan Ronggowarsito bahwa nanti akan muncul Ratu Adil, seorang ksatria yang akan menyelamatkan negeri ini dari kehancuran serta menegakkan keadilan dan kedamaian. Saya pribadi tidak percaya dengan ramalan itu, karena agama melarang kita untuk mempercayai ramalan. Menurut saya ratu adil itu tidak ada. Mitos. Keadilan dan kedamaian suatu negeri akan timbul ada jika orang mau bertobat .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar